oleh

Dari Sumber Air ke Titik Api, Tim KPH Wilayah Mempawah Perjuangkan Pemadaman Karhutla

KALBAR.SIN.CO.ID – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Mempawah terus dilakukan secara intensif. Tim KPH Wilayah Mempawah bersama tim gabungan berjibaku memadamkan titik-titik api yang berada di kawasan dengan kondisi vegetasi kering dan medan yang cukup sulit dijangkau.

Tidak hanya menghadapi kobaran api dan kepulan asap, petugas juga harus memastikan ketersediaan sumber air untuk mendukung proses pemadaman. Dalam kondisi tertentu, petugas bahkan harus mencari dan mengambil sumber air dari lokasi yang berada cukup jauh dari titik kebakaran.

Kepala UPT KPH Wilayah Mempawah, Euis Herawati, mengatakan perjuangan pemadaman karhutla membutuhkan kesiapsiagaan, ketelitian dan kerja sama seluruh unsur di lapangan.

“Pemadaman karhutla bukan hanya bagaimana kita mencapai titik api, tetapi juga bagaimana kita mendapatkan sumber air dan membawanya sampai ke lokasi yang terbakar. Medan yang sulit dan kondisi lahan yang kering menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan,” ujar Euis Herawati.

Menurutnya, kondisi lahan yang telah terbakar tetap harus dipantau dan dilakukan pendinginan secara menyeluruh. Hal tersebut penting untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran kembali.

“Kami terus mengingatkan seluruh tim agar tidak hanya fokus pada api yang terlihat. Titik-titik yang masih mengeluarkan asap harus diperiksa dan dilakukan pembasahan atau pendinginan sampai benar-benar aman,” katanya.

Foto : Petugas KPH Wilayah Mempawah bersama tim gabungan berjibaku mencari sumber air dan melakukan pemadaman serta pendinginan di lokasi karhutla, Kabupaten Mempawah, Minggu (6/9/2026). Kondisi medan yang sulit tidak menyurutkan upaya tim untuk menjangkau titik-titik api.

Menembus Medan Sulit

Dokumentasi di lapangan menunjukkan perjuangan petugas dalam mendapatkan sumber air. Salah seorang petugas terlihat turun langsung ke area cekungan berisi air untuk memastikan pasokan air dapat dimanfaatkan dalam proses pemadaman.

Baca Juga  Penerimaan Siswa SMK Mulai Dibuka Di Banten

Setelah sumber air diperoleh, selang pemadam kemudian diarahkan menuju kawasan yang terbakar. Tim bekerja secara bergantian untuk menjangkau bagian lahan yang masih mengeluarkan asap dan memiliki potensi munculnya kembali api.

Euis menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Kolaborasi antara KPH, Satgas Karhutla dan unsur terkait menjadi kunci agar api dapat segera dikendalikan.

“Semangat kita adalah api harus dikendalikan dan lahan harus dipastikan aman. Dari sumber air hingga ke titik api, setiap langkah yang dilakukan tim di lapangan merupakan bagian dari upaya menjaga hutan, lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

KPH Wilayah Mempawah juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama pada kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Baca Juga  Prabowo Subianto Salurkan Sapi Qurban ke Ponpes dan Tokoh Agama

Dari sumber air ke titik api, perjuangan terus dilakukan. Setiap tetes air menjadi bagian dari upaya memadamkan api dan menjaga hutan Mempawah tetap lestari.(***)

News Feed