oleh

Bapperida Kalbar Fasilitasi FGD Bappenas Bahas Pertumbuhan Ekonomi dan Transformasi Investasi Kalimantan

KALBAR.SIN.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat memfasilitasi pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Capaian Pertumbuhan Ekonomi dan Transformasi Investasi Kalimantan serta Kunjungan Lapangan Pemantauan dan Evaluasi Capaian Penguatan Daerah yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembangunan Indonesia Barat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), di Kantor Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Fidelia Silvana, S.P., M.Int.Econ.F (Koordinator Subdit Sumatera II, Bappenas), Dr. Rosyadi, S.E., M.Si. (Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura Pontianak) dan didampingi oleh Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Eka Wulandari, S.STP., M.Ec.Dev. Turut hadir para perencana di lingkungan Bapperida Provinsi Kalimantan Barat yang terlibat dalam proses perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.

Baca Juga  Prabowo: Jangan Ada di Internal, Tapi Tidak Ikut Garis Partai

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari proses pemantauan, evaluasi, dan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana pembangunan nasional yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kementerian PPN/Bappenas. Mekanisme tersebut mengacu pada Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor PER.004/M.PPN/2016 tentang pedoman pemantauan, evaluasi, dan pengendalian pelaksanaan rencana pembangunan. Ketentuan tersebut menjadi landasan dalam menilai capaian pembangunan daerah sekaligus melakukan pengendalian risiko atas pelaksanaan rencana pembangunan, khususnya di wilayah kerja Direktorat Pembangunan Indonesia Barat.

Sejalan dengan pelaksanaan kegiatan Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Risiko Pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2026, Direktorat Pembangunan Indonesia Barat juga melaksanakan kunjungan lapangan sebagai bagian dari pendalaman terhadap capaian pembangunan daerah di Kalimantan Barat. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran faktual mengenai perkembangan ekonomi, investasi, dan implementasi program pembangunan di daerah.

Baca Juga  Banyak Disukai Berbagai Kalangan, Jenderal Dudung Diharapkan Mampu Terus Jaga Persatuan Bangsa

Kunjungan lapangan dilakukan sebagai bagian dari analisis kewilayahan untuk memperoleh gambaran aktual mengenai progres pembangunan di daerah. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi berbagai permasalahan, kendala, potensi, serta kebutuhan dukungan kebijakan yang dihadapi pemerintah daerah dalam mencapai target pembangunan nasional maupun daerah.

Melalui pengamatan langsung di lapangan, tim Direktorat Pembangunan Indonesia Barat dapat melengkapi data dan informasi yang sebelumnya diperoleh dari dokumen perencanaan, laporan capaian pembangunan, serta hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif, objektif, dan berbasis bukti mengenai dinamika pembangunan di Kalimantan Barat sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.

Baca Juga  Adanya Jalan Tol Serpong-Balaraja Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Banten

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim Bappenas dijadwalkan melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi strategis yang merepresentasikan perkembangan investasi di Kalimantan Barat, di antaranya Pelabuhan Kijing, PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), dan kawasan Sungai Kakap. Hasil kunjungan lapangan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun berikutnya.

Melalui fasilitasi kegiatan ini, Bapperida Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, berbasis data, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, transformasi investasi yang berkelanjutan, dan peningkatan daya saing pembangunan di Kalimantan Barat maupun kawasan Indonesia Barat secara keseluruhan.

News Feed