oleh

SATU API HARI INI, BISA MENJADI LUKA PANJANG ESOK HARI

KALBAR.SIN.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Desa Sekabuk, Kabupaten Mempawah, telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Hingga saat ini, seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah terus melakukan berbagai upaya pengendalian dan pemadaman api di lokasi terdampak.

Kepala UPT KPH Wilayah Mempawah, Ibu Euis Herawati, menjelaskan bahwa KPH Wilayah Mempawah merupakan bagian dari Tim Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah yang secara aktif terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pelaksanaan penanganan di lapangan, KPH Wilayah Mempawah bersinergi bersama BPBD Kabupaten Mempawah, TNI, Polri, Manggala Agni, serta Relawan Pemadam Kebakaran. Seluruh unsur terus bekerja bersama dalam melakukan pemantauan, pemadaman, pengendalian api, serta upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.

Baca Juga  Deklarasi Riau Warnai Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Pekanbaru Riau

Menurut Euis Herawati, penanganan Karhutla yang telah berlangsung selama satu minggu ini membutuhkan kesabaran, ketahanan, serta koordinasi yang kuat dari seluruh personel di lapangan.

“Satu api hari ini, bisa menjadi luka panjang esok hari. Karhutla bukan hanya persoalan api yang harus dipadamkan, tetapi juga persoalan lingkungan dan masa depan yang harus kita jaga bersama. Karena itu, selama masih ada potensi kebakaran, seluruh unsur Satgas akan terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan,” ujar Euis Herawati.

Ia menambahkan bahwa Karhutla dapat memberikan dampak yang luas bagi masyarakat dan lingkungan. Selain merusak vegetasi dan ekosistem, kebakaran juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta menurunkan kualitas udara.

Baca Juga  Wisma Atlet Kemayoran Bertambah dari 88 Pasien Covid19 Jadi 2.475

Selama kurang lebih satu minggu penanganan, personel gabungan terus menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Kondisi lahan, cuaca, serta kemungkinan munculnya kembali titik-titik api menjadi perhatian penting yang memerlukan pengawasan secara berkelanjutan.

KPH Wilayah Mempawah bersama unsur Satgas Karhutla Kabupaten Mempawah terus memperkuat koordinasi dan melakukan langkah-langkah pengendalian untuk mencegah api kembali meluas.

Euis Herawati juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun.

“Kami tidak dapat bekerja sendiri. Pencegahan Karhutla membutuhkan peran seluruh masyarakat. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Sinergi antara KPH Wilayah Mempawah, BPBD Kabupaten Mempawah, TNI, Polri, Manggala Agni, Relawan Pemadam Kebakaran, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Mempawah.

Baca Juga  Rencana Microsoft Ambil Alih Discord

Penanganan Karhutla di Desa Sekabuk menjadi pengingat bahwa kebakaran yang bermula dari satu titik api dapat berkembang menjadi persoalan besar apabila tidak dicegah dan ditangani sejak dini.(***)

News Feed