Jakarta – Salah satu pemasok seragam di Pasar Slipi, Jakarta Barat, mengatakan, sebelum diperkenalkan biaya kuliah tatap muka (PTM) kapasitas hingga 100%, pembeli sudah banyak.
Seorang pedagang pakaian seragam sekolah di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Tasmir, Senin (3/1/2021), mengatakan, pembeli pakaian seragam sekolah ramai pada Minggu (2/1/2021) kemarin. “Kemarin, saya bisa menjual pakaian seragam sampai 1.000 stel,” katanya dilansir beritasatu.com.
Menurut Tasmir, pembeli seragam ramai mulai Sabtu (1/1/2021) dan puncaknya pada Minggu. Ditanya soal harga, Tasmir menjelaskan, pakaian seragam SD Rp 150.000 per stel, seragam SMP dan SMA Rp 200.000 per stel. “Selama dua hari kemarin, saya bisa meraih omzet sampai Rp 20 juta,” katanya.
Tasmir bersyukur dengan kondisi kembali aktifnya kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan kapasitas penuh 100%. Sebelumnya, pelaksanaan PTM dengan kapasitas maksimal 50%. “Mudah-mudahan kondisi ini bertahan terus supaya perekonomian kita juga bertahan,” kata Tasmir.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menerapkan PTM terbatas mulai Senin ini, dengan peserta didik dapat 100%, sesuai dengan kalender pendidikan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdian melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (2/1/2021), mengatakan, relaksasi kebijakan tersebut diterapkan dengan pertimbangan terkendalinya pandemi Covid-19 di Jakarta pada PPKM level 1.
PPKM level 1 dilaksanakan dengan ketentuan, mulai dari capaian vaksinasi dosis dua pada pendidik dan tenaga kependidikan di atas 80%, capaian vaksinasi dosis dua pada lansia di atas 50% serta vaksinasi pada peserta didik yang terus berlangsung sesuai aturan di tingkat kota/kabupaten.
PTM terbatas dilaksanakan setiap hari. Jumlah peserta didik dapat 100% dari kapasitas ruang kelas dan waktu belajar hingga enam jam pelajaran per hari.
“Protokol kesehatan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh warga sekolah,” tutur Nahdiana.(*/cr2)











